BogorIsMe

Selamat datang di Bogor!

KALIMAT itulah yang akan selalu kita lihat begitu sampai di Bogor melalui pintu tol Jagorawi. Mungkin sebuah kalimat yang sederhana bagi sebagian orang yang membacanya, tapi mengandung nilai yang lebih lagi bagi sebagian yang lain.

Bogor, kota tua yang terus meremajakan diri dengan berbagai aktivitasnya, boleh dibilang merupakan daerah paling tua yang memulai peradaban modern di Nusantara. Terletak kurang lebih 60 km dari pusat Ibukota Negara dan dikelilingi oleh bentang alami yang sempurna, Bogor menyimpan banyak informasi, cerita, data, dan fakta sejarah berkembangnya sejarah Indonesia.

Kapan Bogor didirikan? Kenapa 3 Juni 1482? Kenapa dinamakan Bogor? Apa artinya Buitenzorg? Siapa pendirinya?

merupakan pertanyaan-pertanyaan sederhana yang bagi warga Bogor mungkin masih sulit untuk di jawab. Tetapi dengan adanya berbagai macam exsplorasi ilmiah oleh pakar sejarah dan tulisan-tulisan yang telah dipublikasikan mengenai Bogor diberbagai media, sedikit banyaknya telah membantu untuk membuka lembaran-lembaran sejarah tentang keberadaan Bogor di Nusantara.

Administratif wilayah Bogor dibagi menjadi dua bagian, wilayah seluas 118,5 km2 dijadikan sebagai pusat kota dengan nama administratif Kota Bogor, sedangkan wilayah seluas 3440,71 km2 yang berbatasan dengan DKI Jakarta, Kabupaten Tangerang (Banten), Kota Depok, Kota Bekasi, dan Kabupaten Bekasi di utara; Kabupaten Karawang di timur, Kabupaten Cianjur dan Kabupaten Sukabumi di selatan, serta Kabupaten Lebak (Banten) di barat, merupakan wilayah Kabupaten Bogor.

Kenapa angka 1482 yang dijadikan Hari jadi Kota Bogor?

Hari jadi, dalam kaitan apapun juga, menyangkut masalah identitas. Salah satu identitas Bogor yang cukup dominan di Jawa Barat ialah latar belakang sejarahnya, karena di Bogor inilah terletak ibukota Pajajaran dan disini pula Prabu Siliwangi pernah hidup dan memerintah. Dua serangkai ini, Pajajaran dan Siliwangi merupakan salah satu kebanggaan masyarakat Jawa Barat.

Pengambilan angka tahun 1482 berpijak pada telaah sejarah, karena sumber yang ada akan menampilkan angka tahun tersebut sebagai awal masa pemerintahan Sri Baduga Maharaja. Tetapi masalah bulan dan tanggal harus dicari secara khusus sebab sumber sejarah yang ada tidak menyebut-nyebut kedua hal itu. Disini alur telaah dikaitkan kepada cerita tradisional yang terdapat di dalam pantun Bogor. Pantun ini pernah dituturkan Ki Buyut Rambeng dan pak Cilong yang dicatat di Rumpin oleh keluarga ayah Almarhum R. Moechtar Kala.

– BogorIsMe –

Sumber :     http://www.wikipedia.org     http://www.radiosipatahunan.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: