Empang

” Sampai dengan Tahun 1872, Ibukota Kabupaten Bogor adalah Empang ”.

Sebuah Ibukota memiliki peranan yang sangat penting dalam perputaran roda pemerintahan dan perekonomian sebuah daerah. Demikian pula halnya dengan Bogor, semua hal yang berhubungan dengan administrasi daerah dipusatkan disebuah tempat yang dipandang strategis dari semua aspek.

empang

Cikal bakal Bogor secara administratif adalah dari sebuah perkampungan yang dikenal dengan nama Kampung Baru di Parung angsana (sekarang daerah Tanah Baru), yang didirikan oleh Letnan Tanuwijaya pada tahun 1687. Kampung Baru merupakan tempat kedudukan Tanuwijaya dan dijadikan semacam pusat pemerintahan bagi kampung kampung lainnya.

Tahun 1745 sembilan buah kampung digabung menjadi satu pemerintahan dikepalai oleh seorang demang. Kampung-kampung tersebut adalah Cisarua, Pondok gede, Ciawi, Ciomas, Cijeruk, Sindang Barang, Balubur, Dramaga dan Kampung Baru. Gabungan kampung ini disebut sebagai “Regentschap Kampung Baru” dan kemudian dikenal sebagai “Regentschap Buitenzorg”

“ Pada tahun 1745, Demang Wiranata menyewa Tanah Sukahati (Empang) pada Gubernur Jendral Mossel untuk dijadikan tempat kediamannya. “

Sejak tahun didirikannya, pusat administrasi Bogor terletak di Kampung Baru. Kemudian pusat pemerintahan Reqentschap Kampung Baru pindah ke Tanah Sukahati pada saat Demang Wiranata menyewa Tanah sukahati sebagai kediamannya pada tahun 1745.

Tanah Sukahati ini terletak di sebelah timur Sungai Ciliwung dan berdiri pada lahan kawasan Istana Buitenzorg, di sebuah lembah yang di depannya terdapat sebuah Empang. Empang di depan rumah Demang/Bupati itu menjadi terkenal dan dipakai sebagai nama sampai saat ini. Nama tanah Sukahati sendiri lalu tenggelam, berganti nama menjadi Empang sejak tahun 1770.

Sekitar tahun 1885, daerah Bogor menjadi tempat pengasingan para bupati yang dianggap berbahaya bagi pemerintah Belanda, dan sekaligus untuk mengurangi secara sistematis pengaruh kaum feodalis atas masyarakatnya.

Para bupati yang diasingkan berasal dari berbagai daerah, diantaranya dari Pekalongan, Bojonegoro, Sukapura, Purukcau dan Bali . Bupati yang dibuang ke Empang yang terkenal namanya adalah Gusti Arsyad (Purukcau), Dalem (Sukapura), dan sebagainya. Sedangkan Raja Bali diasingkan dan bertempat tinggal di daerah Bubulak. Di daerah-daerah perkampungan tersebut masih banyak tertinggal keturunan-keturunan priyayi agung tersebut.

– BogorIsMe –

Sumber : http://www.wikipedia.org http://www.pikiran-rakyat.com Bapeda Kota Bogor

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: